Selasa, 10 November 2015

Manfaat Lulur Untuk Kulit


          Lulur itu dimaksudkan untuk mempercepat lepasnya kulit mati. Dengan terlepasnya kulit mati yang kusam, setelah melulur kulit akan terlihat lebih cerah. Perlu diingat, kulit tidak akan menjadi lebih putih dengan lulur, sekadar terlihat cerah. Jadi jangan berhaap banyak.
Sebenarnya kulit kita sudah punya mekanisme sendiri untuk berganti kulit tiap beberapa hari sekali. Nah, lulur ini akan mempercepatnya. Karena itu sebaiknya jangan terlalu sering melulur, maksimal dua kali seminggu saja. Bila dilakukan setiap hari, kulit bisa iritasi. Apalagi kalau kulit kita memang sensitif sehingga mudah iritasi, gatal, atau alergi.
Kalau terlalu sering melulur, yang hilang bukan hanya kulit matinya, lapisan pelindung kulit malah ikut terkelupas. Pigmen kulit—yang melindungi kulit—pun bisa hilang. Tanpa perlindungan ini, justru akan membahayakan kulit kita sendiri.
Saya pernah menangani pasien yang iritasi karena lulur. Kulitnya jadi berbintik-bintik dan keluar nanah. Itu tandanya terjadi peradangan. Mungkin dia memakai lulur yang konsentrasi bahan pengikis kulitnya tinggi sekali. Sekali atau dua kali pakai, tak apa-apa. Saat dipakai ketiga kalinya, timbullah iritasi. Ternyata kulitnya tidak tahan atau bereaksi berlebihan terhadap bahan yang terkandung dalam lulur tersebut.
Memang tak semua orang begitu. Tapi tetap kita harus mewaspadai bahan-bahan dalam lulur yang bisa menimbulkan iritasi kulit.  
        
           Pilihlah lulur yang baik dan aman, yang butirannya halus atau tidak terlalu kasar. Hindari lulur yang terlalu wangi dan warna mencolok. Sebab dikhawatirkan warna itu berasal dari pewarna buatan, seperti pewarna tekstil. Penting pula untuk memilih produk lulur yang sudah mengantongi izin dari Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan).
Lulur zaman dulu, yang bentuknya berupa bubuk dan kemudian dicampur air, itu sebenarnya paling aman. Atau lulur yang kita buat sendiri dari tepung beras atau  bengkoang.
Setelah memilih lulur yang baik, perhatikan pula cara pemakaiannya. Saat melulur, jangan menggosok kulit terlalu keras dan lama, karena bisa alergi atau iritasi. Butiran kasar dalam lulur membuat kulit seperti diamplas, jadi berhati-hatilah menggunakannya. Hindari melulur kalau ada luka di kulit. Begitu pula di area lipatan yang hitam, seperti ketiak dan pangkal paha, jangan dilulur karena akan makin hitam kalau digosok-gosok.  
        
          Selain lulur, kita juga sering mendengar bleaching, yang katanya bisa memutihkan kulit. Sebenarnya bahan bleaching itu berbahaya karena terkontaminasi bahan kimia. Apalagi bleaching digunakan pada seluruh tubuh sehingga bahan kimia itu diserap semua bagian tubuh. Bayangkan bahayanya. Sebelum tergiur dengan bleaching, cari tahu bahan yang terkandung dalam obat bleaching tersebut. Apakah ada amoniaknya, ada merkuri, ada hidrokinonnya? Kalau ada, sebaiknya hindari. Sebab, penggunaan jangka panjang bisa menyebabkan kanker, merusak ginjal, dan merusak janin pada ibu hamil. Sebenarnya tak ada jaminan bleaching bisa memutihkan. Kalau kita perhatikan, yang jadi putih itu cuma rambut pada kulit karena pigmen rambut saja yang hilang. Bila kulitnya ikut putih, malah lebih berbahaya karena berarti pigmen kulitnya mati.
Lulur tidak berbahaya seperti bleaching. Bahan lulur hanya sampai bagian atas kulit, tidak masuk ke dalam kulit seperti bleaching. Namun perhatikan penggunaannya seperti yang telah diuraikan di atas.

0 komentar:

Posting Komentar